Salah satu nama dalam Alquran adalah asy-Syifa yang artinya obat penyembuh. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh As-Sa’di dalam bukunya Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan, bahwa Alquran adalah obat untuk segala penyakit hati. Baik dalam bentuk hawa nafsu yang menghalangi manusia untuk menaati syariat atau dalam bentuk kecurigaan yang mencemari keimanan.

Berikut beberapa referensi yang dikutip dari buku referensi muslim.

Pendapat pertama adalah menafsirkan obat dalam ayat tersebut sebagai obat untuk penyakit hati, menghilangkan tabir ketidaktahuan dan menghilangkan keraguan tentang besarnya tanda-tanda kekuatannya.

Pendapat kedua, Al-Quran sebagai obat untuk penyakit kelahiran seperti sakit kepala, infeksi dan lain sebagainya. Berikut beberapa argumen yang memperkuat pendapat kedua.

Pertama, hadits Nabi tentang berurusan dengan ayat-ayat Alquran

Ada sejumlah hadits yang menjelaskan perilaku Nabi berdasarkan ayat-ayat Alquran. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibn Majah dan al-Nasai, yang pertama melindungi dirinya dari segala penyakit dan serangan musuh dengan pembacaan ta’awwudz dan beberapa ungkapan zikir. Namun, setelah turunnya surat al-Falaq dan al-Nas, ia puas dengan kedua surat tersebut dan meninggalkan yang lainnya. Pendamping Abu Sa’id al-Khudri pernah menyembuhkan seseorang yang pernah digigit ular dengan melafalkan ayat “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin” sebanyak tujuh kali.

Kedua, berdasarkan kaidah ushuliyyah

Dalam konteks ini, penyebutan QS al-Isra ayat 82 kepada alat kontrasepsi menjadi lebih penting karena adanya informasi baru yang belum pernah dikomunikasikan sebelumnya. Ini lebih baik daripada menyuruhnya untuk memahami Al-Qur’an sebagai obat untuk penyakit jiwa yang telah dijelaskan di banyak ayat lainnya.

Ketiga, menurut kaidah nahwiyyah

Pada kalimat di atas, kata “syifa”; obat “dan” rahmat “digabungkan menjadi satu dengan kombinasi huruf ‘athaf yaitu wawu (yang secara harfiah berarti kombinasi” dan “). Berkat yang disebutkan dalam ayat ini termasuk penyembuhan untuk semua penyakit hati dengan kombinasi huruf athaf wawu menunjukkan perbedaan arti dari kedua kata tersebut, jika kata “rahmat” diartikan sebagai obat untuk penyakit jiwa, maka kata “syifa ‘, obat” harus diartikan sebagai obat untuk penyakit lahir, jadi yang keduanya menunjukkan arti yang berbeda seperti bahasa latihan di atas.

Keempat, berdasarkan kaidah manthiqiyyah-silogisme

Berdasarkan fakta yang telah berulang kali diuji kebenarannya sejak zaman Rasulullah, Sahabat, Tabi’in hingga abad berikutnya, hal ini menunjukkan bahwa Alquran dapat menyembuhkan keracunan, kegilaan, luka dan penyakit lahir lainnya.

Ibn Qayyim dalam bukunya Zad al-Ma’ad menjelaskan, Alquran adalah obat yang sempurna untuk segala penyakit hati dan raga, serta penyakit dunia dan akhirat. Tidak semua orang diberi pengalaman dan taufik untuk membuatnya menjadi obat. Jika orang sakit selalu merawatnya dan jatuh sakit dengan penuh kejujuran dan iman, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kuat dan memenuhi kondisinya, niscaya tidak ada penyakit yang bisa mengatasinya.