Air terjun Pertemon berada di Desa Colnectrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Air terjun ini tidak diragukan lagi cukup unik karena terletak di jurang sempit di jurang sempit dengan dinding batu di sekitar air terjun yang telah ditumbuhi lumut karena suasananya yang lembab dan sinar matahari masih bisa menembus. Hiking ke air terjun ini dapat dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih. 1,5 jam dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan karena tidak ada angkutan umum ke air terjun ini. Air terjun ini berada di arah yang sama seperti Anda ingin pergi ke pariwisata Rowobayu. Rute ke air terjun Pertemon dari Kota Banyuwangi dapat melewati jalan ke Rogojampi – Ambil jalan yang benar dari kantor Telkom Rogojampi – cukup ikuti jalannya (ikuti petunjuk ke Songgon / Rowobayu) – Lewati pasar Songgon – kira-kira. 15 menit Anda akan melihat Baliho dan Banner di jalan yang benar ke air terjun Pertemon – Ikuti petunjuk ini untuk mencapai garasi parkir untuk Pertemon.

Setelah membayar parkir sebanyak Rp. 5.000 kami melanjutkan berjalan kaki ke air terjun Pertemon selama sekitar 25-30 menit dengan jalan yang tidak berat dan mengasyikkan. Kegembiraan itu seolah-olah kami berjalan melalui ladang yang tidak menguntungkan, perkebunan kopi dan durian dari masyarakat, mengikuti sungai dan akhirnya menakjubkan bahwa kami harus menjelajahi jurang yang dalam di dua bukit yang terasa seperti tebing di air terjun Krono Jiwo, Boyolali dan Madakaripura. Saat Anda memasuki bagian bawah tebing, suara air berdesir (bukan sungai sungai), dan di ujung jurang adalah Air Terjun Pertemon.

Ketika kami berjalan ke air terjun Pertemon, kami punya waktu untuk berdiskusi dan menebak mengapa itu disebut pertemon. Menurut pendapat saya, kosakata Pertemon tidak jauh dari kata Meeting. Mungkin disebut demikian karena hubungannya dengan rapat. Pada satu titik saya pikir air terjun Pertemon memiliki cerita yang mirip dengan air terjun Cah Weni, di mana Cah Weni telah dijanjikan oleh seorang pria untuk menunggu lagi di bawah air terjun untuk pertemuan mereka. Ternyata dugaan saya salah, nama Pertemon berasal dari kosakata pertemuan, tetapi pertemuan itu bukan antara dua orang, tetapi pertemuan antara dua bagian sisi Binahu / Binau dan Lentijen, di mana pertemuan itu sebelum kita sampai ke dasar batu. Pertemuan dua sungai di Jawa Tengah biasanya disebut Tempuran.  Agar lebih berkesan gunakan paket wisata banyuwangi yang akan menemanimu selama berwisata di Banyuwangi.