Batik merupakan kain yang bergambar dan proses pembuatannya dirancang khusus atau diaplikasikan dengan pola pada kain hollow, sehingga proses pembuatannya memiliki keistimewaan tersendiri. Saat ini, batik juga dapat digunakan pada acara semi formal atau formal. Hal ini tidak terlepas dari maraknya busana dan busana pada batik yang sama. Sehingga baju batik bisa lebih dihargai dan dikagumi oleh semua umur dan kalangan. Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan batik adalah kain yang dibuat khusus dengan menuliskan lilin pada kain batik tersebut (kain tenun putih, bahan pembuatan batik). Kemudian, kain tersebut diolah dengan proses tertentu hingga menjadi pakaian yang bernilai tinggi.

Menurut Santosa Doellah, ide batik adalah kain tradisional yang digunakan terutama dalam dimensi tradisional. Ini mencakup berbagai motif ragam hias dan motif khusus yang dibuat dengan teknik pewarnaan dengan menggunakan lilin batik sebagai bahan pelindung warnanya. Santosa Doellah menambahkan kanvas bisa disebut batik jika mengandung dua unsur utama. Jika Anda memiliki teknik pewarnaan yang menggunakan lilin sebagai penghalang warna. Menampilkan berbagai pola batik dekoratif khusus.

Berbagai pendapat ahli telah dikemukakan oleh para ahli di dalam dan luar negeri. Ada yang mengatakan bahwa batik di Indonesia dipengaruhi oleh India jauh sebelum datang dari budaya Mesir dan Persia. Ada juga yang menganggap batik sebagai budaya asli Indonesia, jauh sebelum dipengaruhi oleh agama Hindu yang berasal dari India, salah satunya adalah pendapat J.L. Brandes, seorang peneliti Belanda.

Demikian pula dengan teknik pewarnaan yang telah lama diketahui menggunakan bahan atau pewarna yang berasal dari tumbuhan yang hanya tumbuh di nusantara, seperti nila, tarum dan nila. Nama asli Tarumanegara pada abad ke-5 M adalah contoh petunjuk kami tentang keberadaan tanaman ini sejak jaman dahulu kala. Mengkudu (Morinda citrofolia) yang dulunya mendapat warna merah merupakan tanaman yang tidak ditemukan di India.

Kulit kayu penghasil warna sawo atau yang lebih dikenal dengan soga (Pelthoporum ferrugineum Benth) berasal dari berbagai pulau, termasuk Sulawesi. Lilin lebah sebagai bahan penutup utama dalam proses membatik berasal dari kabupaten Palembang dan Sumbawa yang dikenal sebagai sentra penangkaran lebah madu. Begitu pula dengan resin yang dicampur dengan cat’s eye wax dari Kalimantan dan Sulawesi.

Bukti menonjol lainnya di Indonesia adalah proses pewarnaan merah dengan mengkudu dalam air dingin, di India sendiri proses pewarnaan menggunakan cairan mendidih. Penggunaan alat batik yang disebut canting tidak meluas di India Selatan, hal ini menjadi perbedaan besar antara seni batik Indonesia dengan kain India yang berwarna-warni. tampilkan eksterior saja.

Batik dibedakan menjadi beberapa jenis. Menurut penjelasan pengertian batik, macam-macam jenis batik adalah:

  • Batik lukis tangan Batik lukis tangan adalah kain bertekstur dan motif batik hiasan tangan. Pembuatan batik seperti ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihiasi dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk perangko (biasanya tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses membatik dengan menggambar langsung di atas kain putih.
  • Batik printing atau disebut juga sebagai batik sablon karena memang dalam pembuatan batik seperti ini lebih mirip dengan batik cap. yang sebelumnya harus menggunakan membuatan cetak offset batik atau sablon.