Sementara Newcastle United berlaga di papan atas Liga Utama Inggris (1993-1997), Manchester City hanya bisa berjuang untuk menghindari degradasi. Bahkan saat The Magpies menjadi pesaing utama Manchester United untuk merebut gelar pada 1995/1996, Dikutip dari CloverQQ The Citizens mengakhiri pertandingan dengan duduk di zona merah. Man City hanya mencetak 38 poin dalam 38 pertandingan dan terdegradasi dari puncak sepakbola Inggris.

Sebagai Manchester City menjadi kekuatan baru dalam sepak bola Inggris, Newcastle United tidak lebih dari satu tim dari bagian bawah. Bahkan, mereka mengalami penurunan dua kali lipat dalam 10 tahun (2008-2018). Pemilik Newcastle United Mike Ashley adalah salah satu penggemar paling dibenci di Inggris. Sementara itu, Mansour bin Zayed Al Nahyan telah menyumbangkan banyak kekayaan untuk Manchester City, memenangkan empat gelar Liga Inggris dan selalu dianggap sebagai salah satu tim pilihan untuk menang.

Manchester City dan Newcastle United seperti dua pilar berbeda. Tidak hanya dari sejarah, tapi juga dari lapangan. The Citizens dijalankan oleh Pep Guardiola, salah satu inovator di dunia latihan modern yang fokus menguasai bola dan bermain seru. Steve Bruce, salah satu jumper paling berpengalaman di Inggris, memiliki the Magpies, tetapi juga dikenal karena gaya permainannya yang ketinggalan jaman. Ini hanya berfokus pada fisik dan kecepatan pemain.

Saat Bruce resmi dilantik menjadi manajer Newcastle United, pendukung The Magpies tak sungkan mengungkapkan kekesalannya. Tim kesayangan mereka sebelumnya diasuh oleh pelatih seperti Rafael Benitez, sosok yang terbukti mampu memberikan trofi dan bermain menarik. Namun tiba-tiba, ia digantikan oleh Bruce yang lebih sering naik turun divisi ketimbang memberi piala. Selain itu, Bruce juga pernah menangani Sunderland (2009-2011), rival baru Newcastle United.

Sementara saat Guardiola resmi bertugas di Manchester City, muncul optimisme di kalangan suporter The Citizens. Sejak Mansour bin Zayed mengambil alih klub, The Citizens telah menciptakan kompleks baru untuk akademi tim, membawa talenta muda dari seluruh dunia, tetapi tidak ada yang berhasil di tim utama. Guardiola dengan pengalamannya bersama Barcelona memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi talenta muda dan memberi mereka peluang. Kemudian Phil Foden, Eric Garcia dan yang lainnya lahir.

Pada pekan keempat belas Liga Utama Inggris yang disiarkan langsung di Mola TV (30/11), Guardiola dan Bruce akan bertemu untuk pertama kalinya di pinggir lapangan. Menurut Transfermarkt, kedua sosok tersebut tidak pernah berduel meski Bruce sudah berkarir manajemen selama 21 tahun dan Guardiola sudah tinggal di Inggris sejak 2016. Bahkan Piala FA atau Liga gagal menyatukan mereka.

Perbedaan filosofi bermain antara keduanya akan menjadi daya tarik pertandingan ini, meski Manchester City jelas lebih populer ketimbang Newcastle United. Mereka finis ketiga di Liga Utama Inggris, sedangkan Magpies berada di posisi ke-14, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi.

Namun, The Magpies bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh oleh David Silva dan rekan satu timnya. Sejak awal musim, Sean Longstaff dan rekan satu timnya hanya kalah satu kali di kandang. Bruce pun mulai mendapat dukungan dari pendukung setia The Magpies. Ini menunjukkan bahwa dia bisa menghasilkan pemain terbaik di Newcastle United meski dia tidak bermain sebaik Guardiola di Manchester City.

Bahkan, Ian Murtagh dari Daily Star menilai Guardiola akan cemburu dengan situasi Steve Bruce saat ini. Pep [Guardiola] mengatakan dia merindukan Aymeric Laporte. Dia benar-benar dalam krisis pertahanan. Fernandinho juga beberapa kali diminta mengisi peran sebagai bek tengah. “Dia pasti cemburu pada Bruce yang memiliki tiga hingga enam basis pusat berkualitas,” tulis Murtagh.