Leicester City saat ini berada di posisi ketiga klasemen Liga Inggris 2020. Dikatakan CloverQQ, di tempat ketiga, di bawah Liverpool dan Manchester City. Dengan Liverpool tertinggal empat poin, dua dengan Manchester City.

Dalam empat pertandingan, The Foxes berhasil meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Dua laga yang berakhir imbang terjadi saat bertemu tim-tim yang menyelesaikan musim ketiga dan ketujuh musim itu, yakni Chelsea dan Wolverhampton Wanderers (Wolves). Kemenangan itu melawan Newcastle United dan Bournemouth.

Manchester United, yang akan melawan Leicester pada minggu kelima (Sabtu 14/09), bisa jadi korban berikutnya dari Leicester. United unggul saat meraih kemenangan pramusim setelah kemenangan mulai menurun. United saat ini tertahan di peringkat delapan. Setelah mengalahkan Chelsea di laga perdananya, Setan Merah belum juga menang.

Leicester, sementara itu, telah memenangkan dua dari dua pertandingan terakhir mereka. Artinya di saat permainan United sedang menurun, permainan Leicester justru semakin membaik.

Kunci kekuatan Leicester sejauh ini adalah kekuatan pertahanan mereka. Saat ini, tim asuhan Brendan Rodgers tercatat “hanya” 37 tembakan dari lawan. Angka yang juga dicatat oleh Chelsea itu merupakan yang terendah ketiga di Liga Inggris. Hanya Manchester City dan Everton yang kurang.

Dari empat pertandingan tersebut, Leicester hanya kebobolan tiga gol. Man City dan Liverpool juga hanya kebobolan tiga gol. Meskipun Crystal Palace kebobolan beberapa gol Liga Premier sejauh ini, mereka hanya kebobolan dua kali.

Sedangkan Manchester United sudah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan. Empat gol datang dari 63 percobaan tembakan. Leicester harus berhati-hati karena United memiliki garis ofensif berbahaya. Mereka mendapat jumlah tembakan kelima terbanyak dan hitungan mereka (7) hanya kalah dari Liverpool dan Man City.

Namun garis ofensif United diturunkan saat Anthony Martial mengalami cedera. Hasil imbang melawan Southampton di pekan keempat tak lepas dari absennya striker Prancis itu. Meski Martial berhasil menyumbang dua gol dan assist dalam tiga pertandingan yang dimainkan.

Leicester City sebenarnya tidak lebih tajam dari United karena hanya mencetak enam gol. Tapi mereka masih memiliki pemain seperti Jamie Vardy, Youri Tielemans, dan James Maddison. Nama terakhir adalah pemain yang butuh perhatian.

Meski Vardy sudah mencetak tiga gol, Maddison adalah pemain Leicester yang paling berkomitmen untuk mengancam gawang lawan. Vardy mencetak tiga gol dari total enam tembakan, salah satunya dari bantuan Maddison. Benar, jumlah tembakan yang dilesakkan Vardy ke gawang Maddison, di mana gelandang Inggris itu mencatatkan total 13 tembakan dalam empat pertandingan (peringkat ke-7 di Liga Inggris). Enam dari mereka membebaskan mereka di bangku cadangan.

Maddison juga merupakan pemain Leicester yang menciptakan umpan-umpan terpenting. Sebanyak 9 umpan utama atau 2,3 ‚Äč‚Äčkali per game, catat pemain berusia 22 tahun itu. Angka ini merupakan yang terbesar ke-10 di Liga Utama Inggris. Pemain kiri membuat dua assist.

Namun selain Maddison dan Vardy, Leicester juga akan mengandalkan skill dari gelandang Belgia Youri Tielemans. Sebuah gol dan bantuan diberikan oleh mantan pemain Anderlecht. Ia menjadi pemain Leicester yang rajin menembak setelah Maddison dengan 11 tembakan.

Belum lagi masih ada Ayoze Perez yang sejak pindah dari Newcastle ke Leicester seharusnya membuat lini serang Leicester semakin jelas. Namun Perez belum menyumbang gol atau membantu dalam tiga pertandingan.

Yang jelas, laga melawan Manchester United akan menjadi pendorong bagi Leicester untuk membuktikan kualitasnya. Setelah Wolves dan Chelsea, jika Leicester mampu mengalahkan atau setidaknya bermain imbang melawan Man United di Old Trafford, posisi ketiga mereka saat ini tidak akan diraih secara kebetulan. Mungkin mereka akan berada di urutan keenam di akhir musim, setelah musim lalu dia finis kesembilan.